Guru dan Pembelajar Sepanjang Hayat

Aktifitas kegiatan dan best practice dalam kegiatan pembelajaran.

Kolaborasi Dalam Berbagi Aksi

Sahabat Teknologi Sumatera Selatan Tahun 2024 dalam Pembelajaran Berbasis TIK

Teknologi itu bisa menjadi Asyik, Seru, Interaktif dan Menyenangkan

Guru harus mampu menyesuaikan dengan kodrat zaman, kreatif, inovatif dalam Pembelajaran

Create Your Future

Ingin mengubah dunia? Mulailah dengan mengubah dirimu sendiri

Embrace the Challenge and Believe your self

Dengan merangkul setiap tantangan dan percaya pada diri sendiri, kamu akan membuka pintu menuju kesuksesan yang tak terbatas

Mengenai Saya

Foto saya
Seorang guru dan pembelajar sepanjang hayat

Jumat, 25 Oktober 2024

BATIK DURIAN #2 KALIBRASI SESI 4 MENUJU "PEMBATIK IMPIAN"

>

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam dan Bahagia, Sahabat Pembatik yang inspiratif!

Kali ini, saya akan berbagi pengalaman seru dalam kegiatan Webinar Wajib Sahabat Pembatik dengan tajuk KALIBRASI "Kolaborasi Dalam Berbagi dan Aksi" bersama ke-4 rekan-rekan seperjuangan di level 4 ini Sahabat Teknologi Sumatera Selatan.

Kalibrasi Bersama Sahabat Teknologi Sumsel

Bersama Ibu Yulia Mirda Ningsih (SMA N 4 Lubuklinggau), Bapak Nomidian (SDN 74 Pagaralam), Bapak Andhika Rizky Perdana (SMP Paramount), dan Ibu Delvi Putrin (SDN 184 Palembang), kami sepakat untuk mengikuti Kalibrasi sesi 4 pada hari Rabu, 23 Oktober 2024 pukul 15.00 – 17.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Kombel PMM Sahabat Pembatik Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Bapak Ahmad Ardius sebagai Duta Teknologi 2017.

Webinar ini dipandu dengan sangat baik oleh Ibu Nur'aini, seorang guru penggerak dari SDN 184 Palembang. Beliau berhasil menciptakan suasana diskusi yang hangat dan interaktif. Acara Webinar dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama, yang semakin menguatkan semangat nasionalisme dan persatuan di antara para peserta.


Sesuai dengan susunan acara, setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, giliran Bapak Randy Oktari sebagai keynote speaker, yang akan memberikan kata sambutan. Sayangnya, koneksi internet yang kurang stabil menyebabkan beliau mengalami kendala teknis. Sehingga Ibu Nur'aini sebagai moderator memutuskan untuk melanjutkan sesi dengan pemaparan materi dari saya sebagai narasumber pertama.

Membagikan Praktik Baik MPI "MAMAMIYA"


Sebagai narasumber pertama, saya berkesempatan untuk memaparkan praktik baik inovasi pembelajaran digital yang telah saya lakukan, yaitu MPI (Modul Pembelajaran Interaktif) "MAMAMIYA" (Mari Mengenal Ulama Indonesia Yang Mendunia). MPI ini dibuat menggunakan Articulate Storyline dan bertujuan untuk mengenalkan salah satu ulama Indonesia yang mendunia, yaitu Syekh Abdurrauf al-Singkili kepada peserta didik.

Dalam pemaparan, saya menggunakan pendekatan STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Hasil). Saya menjelaskan situasi pembelajaran yang saya hadapi, tantangan yang muncul, tindakan yang saya lakukan untuk mengatasi tantangan tersebut, serta hasil yang diperoleh. Selain itu, saya juga menayangkan video saat pelaksanaan pembelajaran menggunakan MPI "MAMAMIYA" dan membagikan umpan balik positif dari peserta didik.

MPI MAMAMIYA yang saya buat dirancang dengan konsep game-based learning untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Melalui berbagai tantangan dan interaksi yang disajikan dalam bentuk permainan, peserta didik diajak untuk aktif berpartisipasi dan membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang materi.

Sambutan Bapak Randy Oktari: Inspirasi untuk Menjadi Pembatik Impian

Sebagai keynote speaker, Bapak Randy Oktari menyampaikan sambutan yang sangat menginspirasi. Beliau mengajak seluruh peserta webinar untuk terus semangat dalam mengikuti pembelajaran berbasis TIK. Bapak Randy juga menginformasikan bahwa Kemendikbud akan kembali menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK secara gratis pada tahun depan. Beliau mengajak kita semua untuk menyimak dan mengambil praktik baik dari penyampaian ke-5 narasumber sahabat teknologi pada webinar kali ini.

Bapak Randy juga memberikan pesan khusus kepada para sahabat teknologi yang telah mencapai level 4. Beliau berpesan agar tetap fokus dan menjalankan tugas di sekolah masing-masing seperti biasa. Selain itu, beliau juga mengingatkan kita untuk menjaga kesehatan agar tetap bisa memanage waktu dalam mengerjakan semua tugas di level 4 PembaTIK ini.

Praktik Baik "BIT & KODE"


Pada sesi berikutnya, kita diajak oleh Bapak Andhika Rizky Perdana dari SMP Paramount untuk menyelami dunia "BIT & KODE". Beliau memperkenalkan sebuah model pembelajaran inovatif yang menggabungkan media e-learning dengan elemen interaktif. Dengan memanfaatkan Articulate Storyline dan Scratch, Bapak Andhika berhasil menciptakan MPI yang tidak hanya menyajikan materi pelajaran secara menarik, tetapi juga mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dan berkolaborasi.

Praktik Baik MPI Google Site dengan Model Problem Based Learning


Ibu Yulia Mirda Ningsih, guru kreatif dari SMA N 4 Lubuklinggau, memperkenalkan cara inovatif dalam mengembangkan MPI menggunakan Google Site. Beliau menerapkan model problem-based learning dalam pembelajaran Prakarya, sehingga siswa dapat belajar sambil menyelesaikan masalah nyata.

Ice Breaking - Tebak Gambar



Sesi ice breaking dengan permainan tebak gambar yang dipandu oleh Ibu Nur'aini berhasil menghidupkan suasana webinar. Kegiatan ini tidak hanya membuat peserta lebih rileks, tetapi juga meningkatkan interaksi antar peserta.

Praktik Baik "KAIN TENUN" dengan MPI berjudul "Rantai Makanan"

                            

Pada sesi selanjutnya, Ibu Delvi Putrin dari SDN 184 Palembang mengajak kita untuk menyelami dunia "KAIN TENUN" (Kelas aktif dan interaktif melalui Media Pembelajaran Interaktif yang seru dan menyenangkan). Beliau berbagi pengalaman dalam mengembangkan MPI "Rantai Makanan" menggunakan Articulate Storyline 3. Dengan MPI ini, pembelajaran tentang rantai makanan menjadi lebih seru dan menyenangkan bagi siswa

Praktik Baik "BESEMA FANTASTIK" dengan MPI "MENGASUH" 

Ibu Nomidian dari SDN 74 Pagar Alam menutup rangkaian webinar dengan tema "BESEMA FANTASTIK". Beliau memperkenalkan MPI "MENGASUH" yang dibuat dengan Canva untuk mengajarkan Asmaul Husna secara menarik dan interaktif.

Sesi Tanya Jawab


Webinar semakin interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Ibu Cahya, Ibu Dwi, dan Ibu Farida turut aktif memberikan pertanyaan yang menarik. Ketiganya berhasil membawa diskusi menjadi lebih mendalam dan berhak mendapatkan doorprize sebagai apresiasi atas partisipasinya.

Kesimpulan dan Refleksi

Webinar ini telah menjadi wadah yang sangat baik untuk berbagi praktik baik dalam pengembangan pembelajaran menggunakan MPI. Saya sangat senang melihat antusiasme para peserta dalam menerapkan inovasi dalam pembelajaran. Melalui pemaparan dari berbagai narasumber, kita dapat menyimpulkan bahwa MPI memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama jika kita dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan gaya belajar masing-masing peserta didik.

Daftar Hadir Peserta Webinar Kalibrasi Sesi 4 "Pembatik Impian"


Rekaman Webinar Kalibrasi Sesi 4 "Pembatik Impian"


Terinspirasi dengan berbagai ide kreatif dalam webinar ini? Jangan ragu untuk menerapkannya di kelas Anda. Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar . Mari bersama-sama wujudkan pembelajaran yang lebih inovatif!"

#BLPTKemendikbudristek 
#MerdekaBelajar 
#PembaTIK2024 
#SahabatTeknologiKemendikbudristek 
#PlatformMerdekaMengajar



EKSPLORASI KONSEP MODUL 3.2 #10

>

Di Balik Ruang Guru: Diskusi Bersama Tentang Peserta Didik

Pendahuluan

Sahabat pendidik, pasti tidak asing dengan namanya ruang guru. Ruang guru, sebuah tempat yang tak hanya menjadi ruang istirahat, namun juga menjadi arena diskusi yang menarik. Di sini, para pendidik berbagi cerita, pengalaman, dan tentu saja, mendiskusikan siswa-siswi mereka. Lantas, apa yang biasanya menjadi topik utama dalam diskusi ini? Apakah kita lebih sering membahas kekurangan peserta didik atau justru mengagumi kelebihan mereka? Mari kita telusuri lebih dalam.

Ruang Guru: Arena Evaluasi atau Apresiasi?

Sebagai guru, saya seringkali terlibat dalam diskusi bersama rekan sejawat. Tak jarang, topik pembahasan mengarah pada peserta didik kami. Namun, yang menarik adalah, seringkali diskusi lebih banyak berfokus pada kekurangan peserta didik. Mulai dari masalah kedisiplinan, kesulitan belajar, hingga perilaku yang menyimpang.

Mengapa Kita Lebih Sering Membahas Kekurangan?

Ada beberapa alasan mengapa kita cenderung lebih banyak membahas kekurangan peserta didik:

  • Sebagai pendidik, kita memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki kekurangan peserta didik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang.
  • Adanya tuntutan untuk mencapai target akademik tertentu membuat kita lebih fokus pada area yang perlu diperbaiki.
  • Mungkin saja kita telah terbiasa dengan pola diskusi yang lebih banyak berorientasi pada masalah.

Pentingnya Membahas Kelebihan

Meskipun membahas kekurangan penting, namun kita juga perlu memberikan ruang untuk membahas kelebihan peserta didik. Dengan fokus pada kelebihan, kita dapat:

  • Meningkatkan motivasi siswa, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar dan berkembang.
  • Membangun hubungan yang lebih baik dengan mereka.
  • Membantu mereka mengembangkan potensi yang dimiliki.

Menyeimbangkan Pembahasan

Untuk menciptakan diskusi yang lebih seimbang, kita dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengawali diskusi dengan mencontohkan perilaku positif kepada peserta didik
  • Memberikan waktu yang sama untuk membahas kekurangan dan kelebihan.
  • Mengarahkan diskusi pada solusi yang dapat meningkatkan potensi peserta didik.
  • Mengajak peserta didik untuk memberikan masukan tentang dirinya sendiri.

Kesimpulan

Diskusi tentang peserta didik adalah hal yang wajar dan penting dalam dunia pendidikan. Namun, kita perlu memastikan bahwa diskusi tersebut tidak hanya berfokus pada kekurangan, tetapi juga pada kelebihan peserta didik. Dengan menyeimbangkan kedua hal tersebut, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan mendukung pertumbuhan peserta didik.

PGP #CGP #modul3.2 #pemimpindalampembelajaran #pemimpindalampengelolaansumberdaya #eksplorasikonsep

BATIK DURIAN #4 BERSAMA KOMBEL "SEMANGI" SDN 1 SRIKATON KAB. MUSI RAWAS

>

Kolaborasi Seru Sahabat Teknologi Sumsel di SDN 1 Srikaton

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Salam dan Bahagia, Sahabat Pendidik Inspiratif!

Alhamdulillah, pada hari Kamis, 24 Oktober 2023, saya bersama Ibu Yulia, sesama Sahabat Teknologi Sumsel, berkesempatan berbagi ilmu dan pengalaman di komunitas belajar "KEMANGI" yang diselenggarakan oleh SDN 1 Srikaton, Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan tatap muka yang berlangsung di ruang guru ini benar-benar seru dan penuh semangat.

Sambutan dari Bapak Supriyanto

Berbagi Praktik Baik

Setelah sambutan dari Kepala Sekolah, Ibu Yulia, sahabat teknologi yang luar biasa, memulai pemaparannya. Beliau berbagi praktik baik dalam pemanfaatan TIK dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) melalui MPI yang telah ditautkan di Google Sites. Presentasi Ibu Yulia sangat inspiratif dan memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana kita dapat menggabungkan teknologi dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Praktik Baik dari Ibu Yulia


Setelah itu, saya melanjutkan dengan berbagi pengalaman dalam mengembangkan MPI "MAMAMIYA" yang menggunakan model pembelajaran berbasis game. Saya juga memperkenalkan pemanfaatan Gemini untuk merancang pembelajaran inovatif P5 dengan tema kewirausahaan. Selain itu, saya juga sedikit membahas tentang paper mode quizizz sebagai alternatif untuk pembelajaran berbasis game dan asesmen di kelas.
Praktik Baik

Diskusi yang Menarik

Sesi tanya jawab berlangsung sangat antusias. Ada yang bertanya tentang paper mode quizizz yang saya jelaskan, yang sebelumnya sudah penasaran bagaimana menggunakan quizizz paper mode, pemilihan tools yang tepat dalam pembelajaran agar menarik dan menyenangkan, Diskusi berjalan dengan baik, saling berbincang dan sharing pengalaman praktik baik untuk memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Terutama saya lihat juga di SDN 1 Srikaton memiliki chromebook yang belum dimanfaatkan untuk pembelajaran oleh guru, hanya di pakai ketika ANBK. Saya dan Ibu Yulia berusaha menjawab semua pertanyaan dengan sebaik-baiknya.

Harapan ke Depan

Kegiatan kolaborasi ini memberikan banyak manfaat bagi kami dan para guru SDN 1 Srikaton. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala agar para guru semakin termotivasi untuk terus belajar dan berinovasi.

Terima kasih kepada:

  • SDN 1 Srikaton
  • Bapak Supriyanto
  • Seluruh guru SDN 1 Srikaton
  • Ibu Yulia, Sahabat Teknologi Sumsel

Mari kita terus belajar, berbagi, dan berinovasi untuk pendidikan yang lebih baik!

Daftar Hadir Praktik Baik

Daftar Hadir

Rekaman Sesi Praktik Baik Batik Durian #4




EKSPLORASI KONSEP MODUL 3.2 #9


RAPAT SEKOLAH: FOKUS PADA KEKURANGAN ATAU KEKUATAN? (SEBUAH REFLEKSI)

Pendahuluan

Rapat sekolah adalah ajang berkumpulnya para pendidik untuk membahas berbagai hal terkait proses pembelajaran. Namun, seringkali kita merasa rapat sekolah lebih banyak menyoroti kekurangan dan masalah yang ada daripada merayakan keberhasilan dan potensi yang dimiliki. Lalu, pertanyaannya adalah: apakah rapat sekolah kita lebih banyak fokus pada kekurangan atau kekuatan? Mari kita telaah lebih dalam pengalaman kita dalam rapat sekolah.

Kenyataan di Lapangan

Dari pengalaman saya mengikuti rapat di sekolah, saya mengamati bahwa seringkali pembahasan cenderung berpusat pada masalah dan kekurangan. Mulai dari masalah kedisiplinan peserta didik, rendahnya prestasi akademik, hingga kurangnya fasilitas sekolah. Hal ini tentu wajar, karena kita perlu mengidentifikasi masalah agar dapat mencari solusi. Namun, jika terlalu sering fokus pada kekurangan, dapat menciptakan suasana yang pesimis dan demotivasi.

Mengapa Kita Sering Fokus pada Kekurangan?

Ada beberapa alasan mengapa kita cenderung lebih banyak membahas kekurangan dalam rapat sekolah. Pertama, karena kita ingin memperbaiki kondisi yang ada. Kedua, karena kekurangan seringkali lebih mudah terlihat dan diukur. Ketiga, karena budaya evaluasi yang masih berfokus pada kekurangan.

Pentingnya Membahas Kekuatan

Meskipun membahas kekurangan penting, namun kita juga perlu memberikan ruang untuk membahas kekuatan dan keberhasilan yang telah dicapai. Dengan fokus pada kekuatan, kita dapat:

  • Membahas keberhasilan dapat meningkatkan semangat dan motivasi para guru dalam bekerja.
  • Dengan mengakui kekuatan yang dimiliki, kita dapat membangun kepercayaan diri tim.
  • Melihat kekuatan yang ada dapat membuka peluang untuk menemukan solusi kreatif terhadap masalah yang dihadapi.
  • Dengan fokus pada kekuatan, kita dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh sekolah.

Bagaimana Mengubah Fokus Rapat Sekolah?

Untuk mengubah fokus rapat sekolah menjadi lebih positif, kita dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengawali rapat dengan membahas keberhasilan yang telah dicapai, sekecil apapun itu.
  • Memberikan waktu yang sama untuk membahas keduanya.
  • Daripada hanya mengeluhkan masalah, mari mengajak guru/tenaga pendidik dalam rapat untuk mencari solusi kreatif.
  • Mengajak guru/tenaga pendidik untuk melihat potensi yang dimiliki oleh peserta didik, guru, dan sekolah.

Kesimpulan

Rapat sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan mengubah fokus dari kekurangan menjadi kekuatan, kita dapat menciptakan suasana yang lebih positif dan produktif. 

Sahabat pendidik, mari bersama-sama membangun budaya sekolah yang menghargai keberhasilan dan terus berkembang.

#PGP #CGP #modul3.2 #pemimpindalampembelajaran #pemimpindalampengelolaansumberdaya #eksplorasikonsep


EKSPLORASI KONSEP MODUL 3.2 STUDI KASUS 2

>

Pendahuluan

Pernahkah Sahabat pendidik mengikuti rapat yang terasa begitu berat dan penuh keluhan? Atau mungkin Sahabat pendidik pernah terlibat dalam diskusi yang penuh semangat dan menghasilkan ide-ide kreatif? Perbedaan atmosfer dalam dua situasi tersebut mencerminkan dua pendekatan yang berbeda dalam menghadapi tantangan: berbasis kekurangan dan berbasis aset. Mari kita bahas lebih dalam tentang dua pendekatan ini melalui sebuah studi kasus dalam eksplorasi konsep.

Scene 1

Dalam scene 1 yang saya amati para guru dalam video tersebut mencerminkan suasana rapat yang didominasi oleh pendekatan berbasis kekurangan. Fokus utama pada keterbatasan dana, waktu, dan sumber daya lainnya menciptakan atmosfer pesimis dan cenderung pasif. Pernyataan-pernyataan seperti "tidak ada dana", "waktu terlalu mepet", dan "tidak bisa" menggambarkan pandangan yang terbatas pada apa yang tidak dimiliki. Pendekatan ini cenderung menghambat kreativitas dan inovasi, serta menciptakan perasaan putus asa.

Scene 2

Kemudian untuk scene 2 yang sudah saya cermati, menampilkan suasana rapat yang lebih positif dan konstruktif, yaitu pendekatan berbasis aset/kekuatan. Fokus utama diarahkan pada pemanfaatan sumber daya yang ada, baik itu sumber daya manusia (guru, siswa, orang tua), maupun sumber daya fisik (meja, aula, bahan-bahan dekorasi). Pernyataan-pernyataan seperti "memanfaatkan apa yang ada", "meminjam", dan "berkolaborasi" menunjukkan upaya untuk mencari solusi kreatif dan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Pendekatan ini mendorong partisipasi aktif, meningkatkan semangat kebersamaan, dan menciptakan suasana yang lebih optimis.

Kesimpulan

Saya dapat simpulkan bahwa Scene 1 dan Scene 2 menggambarkan dua pendekatan yang sangat berbeda dalam menghadapi tantangan. Pendekatan berbasis kekurangan cenderung menghambat kemajuan, sedangkan pendekatan berbasis aset/kekuatan mendorong inovasi dan keberhasilan. Sebagai seorang pendidik, penting untuk mengadopsi pendekatan berbasis aset dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam perencanaan dan pelaksanaan acara sekolah. Dengan fokus pada kekuatan dan potensi yang dimiliki, kita dapat menciptakan solusi yang kreatif dan berkelanjutan.

Sahabat pendidik, dengan memahami perbedaan antara pendekatan berbasis kekurangan dan berbasis aset, kita dapat membuka mata terhadap potensi yang tak terbatas yang ada dalam ekosistem sekolah kita. Mari bersama-sama menggali kekuatan yang dimiliki oleh setiap individu dan komunitas sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

#PGP #CGP #modul3.2 #pemimpindalampembelajaran #pemimpindalampengelolaansumberdaya #eksplorasikonsep

Kamis, 24 Oktober 2024

EKSPLORASI KONSEP MODUL 3.2 STUDI KASUS 1


Pendahuluan

Dalam eksplorasi konsep Modul 3.2 studi kasus ini, Sahabat pendidik disajikan sebuah video yang menggambarkan sebuah rapat persiapan acara perpisahan sekolah yang dihadapkan pada kendala utama: keterbatasan anggaran. Rapat tersebut menunjukkan dinamika diskusi antara para guru dalam mencari solusi kreatif untuk mengatasi masalah tersebut, demi tetap bisa menyelenggarakan acara perpisahan yang berkesan bagi siswa.

Setelah saya menyimak video tersebut, ada dua scene yang ditampilkan dalam video tersebut. Berikut hasil dari apa yang dapat saya review dari pertanyaan yang diberikan "Apakah suasana dari video yang baru saja kita saksikan?"

Scene 1

Dari apa yang saya amati di scene 1 dalam video tersebut, saya dapat melihat bahwa suasana yang tercipta adalah penuh dengan tantangan dan kekhawatiran. Para guru menghadapi kendala dalam mengadakan acara perpisahan sekolah karena keterbatasan dana dan waktu. Mereka merasa pesimis dan ragu apakah acara tersebut dapat terlaksana dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pengelolaan sumber daya, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor dan merencanakan dengan matang agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Scene 2

Di scene yang ke-2, suasananya berbeda dengan scene 1. Di scene 2 ini guru yang berdiskusi lebih optimis dan penuh harapan. Para guru mulai mencari solusi kreatif untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Mereka memanfaatkan sumber daya yang ada, seperti meminjam peralatan dari sekolah atau orang tua, menggunakan bahan-bahan yang sudah ada, dan melibatkan orang tua peserta didik dalam kegiatan. Hal ini menggambarkan pentingnya kepemimpinan dalam pengelolaan sumber daya, yaitu kemampuan untuk memotivasi dan melibatkan orang lain dalam mencapai tujuan bersama.

Analisis dan Refleksi Studi Kasus 1 

Perbedaan signifikan antara Scene 1 dan Scene 2 terletak pada pendekatan dalam menghadapi keterbatasan sumber daya. Pada Scene 1, terdapat pesimisme dan fokus pada kekurangan, seperti minimnya dana dan waktu. Hal ini mengakibatkan munculnya pemikiran untuk membatalkan acara perpisahan. Sebaliknya, Scene 2 menunjukkan pendekatan yang lebih proaktif dan kreatif. Para guru berusaha memaksimalkan sumber daya yang ada, baik itu dari sekolah, lingkungan sekitar, maupun keterlibatan orang tua. Perbedaan ini mencerminkan dua cara pandang yang berbeda dalam menghadapi tantangan pasif vs. aktif. Sebagai calon guru penggerak dan pemimpin pembelajaran, saya menyadari bahwa pendekatan proaktif seperti yang ditunjukkan di Scene 2 sangat penting. Kemampuan untuk melihat peluang dalam keterbatasan, berpikir kreatif, dan melibatkan komunitas adalah kunci dalam mengelola sumber daya secara efektif. Refleksi ini mendorong saya untuk selalu memiliki mindset positif, mencari solusi inovatif, dan melibatkan seluruh stakeholder dalam setiap kegiatan pembelajaran.


Sahabat pendidik, dengan semangat kolaboratif, kreativitas yang tak terbatas, dan fokus pada tujuan bersama, kita dapat mengatasi segala tantangan dan menciptakan pembelajaran yang bermakna. Mari jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menginspirasi dan memberdayakan peserta didik kita!"

#PGP #CGP #modul3.2 #pemimpindalampembelajaran #pemimpindalampengelolaansumberdaya #eksplorasikonsep

EKSPLORASI KONSEP MODUL 3.2 BAGIAN 1

>

Pendahuluan

Pernahkah Sahabat pendidik terpikir bahwa sekolah kita adalah sebuah ekosistem yang hidup dan dinamis? Sama seperti hutan atau laut, sekolah memiliki berbagai komponen yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Dalam ekosistem sekolah, kita akan menemukan berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga fasilitas sekolah. Sebagai calon guru penggerak, memahami konsep sekolah sebagai ekosistem sangat penting agar kita dapat berperan aktif dalam memaksimalkan potensi sekolah.

Faktor Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem Sekolah

Dalam ekosistem sekolah, faktor biotik dan abiotik saling berinteraksi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. 
  • Faktor biotik mencakup semua komponen yang hidup, seperti guru, siswa, staf sekolah, orang tua, komite sekolah, dan berbagai komunitas di sekitar sekolah. 
  • Faktor abiotik meliputi komponen yang tidak hidup, seperti gedung sekolah, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, sarana olahraga, dan berbagai jenis teknologi yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Peran Kepala Sekolah dalam Mengelola Ekosistem Sekolah

Kepala sekolah berperan sebagai arsitek dalam membangun ekosistem sekolah yang sehat. Kepala sekolah harus mampu menciptakan visi yang jelas, membangun budaya sekolah yang positif, memfasilitasi kolaborasi antar semua komponen sekolah, serta memastikan bahwa semua sumber daya dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran.

Kemampuan Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Ekosistem

Seorang kepala sekolah perlu memiliki berbagai kemampuan, antara lain: kemampuan kepemimpinan yang visioner, kemampuan mengelola sumber daya manusia, kemampuan berkomunikasi yang efektif, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan beradaptasi dengan perubahan, dan kemampuan membangun relasi yang baik dengan berbagai pihak.

Mengelola Sumber Daya Sekolah secara Efektif dan Efisien

Untuk mengelola sumber daya sekolah secara efektif dan efisien, kepala sekolah perlu melakukan perencanaan yang matang, membuat prioritas, melibatkan seluruh komponen sekolah dalam pengambilan keputusan, melakukan evaluasi secara berkala, dan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya yang ada.

Dampak Sumber Daya Sekolah terhadap Proses Pembelajaran

Sumber daya yang memadai, seperti fasilitas yang lengkap, media pembelajaran yang variatif, dan teknologi yang mendukung, sangat penting untuk memfasilitasi proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Sumber daya yang terbatas dapat menghambat kreativitas guru dan siswa dalam mengembangkan potensi mereka.

Efektivitas Penggunaan Sumber Daya Sekolah

Meskipun demikian, keberadaan sumber daya yang memadai saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana sumber daya tersebut dimanfaatkan secara efektif. Kita perlu memastikan bahwa sumber daya yang ada digunakan sesuai dengan kebutuhan, dipelihara dengan baik, dan terus diperbarui.

Cara Memaksimalkan Sumber Daya

Ada banyak cara untuk memaksimalkan sumber daya yang sudah ada, misalnya dengan: melakukan inovasi dalam penggunaan teknologi, memanfaatkan potensi lokal, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, dan melibatkan seluruh komponen sekolah dalam proses pengambilan keputusan.

Pemanfaatan Lingkungan Sekitar

Sekolah dapat memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar, seperti sumber daya alam, budaya lokal, dan berbagai institusi di sekitar sekolah. Misalnya, sekolah dapat mengadakan kegiatan pembelajaran di alam, mengundang narasumber dari komunitas lokal, atau menjalin kerjasama dengan perpustakaan atau museum.

Sahabat pendidik semuanya sebagai pendidik dalam pemimpin pembelajaran dan untuk calon guru penggerak, kita memiliki peran yang sangat penting dalam membangun ekosistem sekolah yang kondusif. Mari kita bersama-sama menggali potensi yang ada di sekolah kita, memanfaatkan sumber daya secara optimal, dan menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif bagi semua. 

Apa yang dapat Sahabat pendidik lakukan untuk memaksimalkan potensi sekolah sahabat pendidik? Bagikan ide dan pengalaman Sahabat pendidik di kolom komentar.

Dengan bekerja sama, kita dapat mewujudkan sekolah yang menjadi rumah bagi generasi penerus bangsa.

#PGP #CGP #modul3.2 #pemimpindalampembelajaran #pemimpindalampengelolaansumberdaya #eksplorasikonsep


Rabu, 23 Oktober 2024

BATIK DURIAN #3 : NGOLING SPECIAL EDITION BERSAMA IGI KOTA LUBUKLINGGAU



BINCANG SERU PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam dan Bahagia Sahabat pendidik yang inspiratif!.

Alhamdulillah, kegiatan Batik Durian #3 kolaborasi dengan IGI Kota Lubuklinggau bersama Sahabat Teknologi Jambi 2024, Ibu Mairoza, telah berjalan dengan lancar. Acara yang bertajuk "Ngoling Special Edition" ini menjadi ajang yang sangat berharga bagi para pendidik untuk berbagi pengalaman dan inovasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi.


Acara yang digelar secara virtual pada Rabu, 23 Oktober 2023 mulai Pukul 19.00-21.00 WIB, berhasil menciptakan suasana yang hangat dan akrab. Pada awalnya moderator adalah Ibu Novita sekretaris IGI Kota Lubuklinggau tetapi beliau berhalangan hadir karena ada sesuatu hal. Acara webinar "Ngoling Special Edition" dipandu oleh moderator hebat, Kak Andi Subhan, kemudian sambutan hangat dari Ketua IGI Kota Lubuklinggau, Bapak Eko Setiadi, acara ini semakin meriah.

Kak Andi Subhan Sebagai Moderator

Bapak Eko Setiadi Sebagai Ketua IGI Kota Lubuklinggau

Berbagi Praktik Baik

Pemaparan Berbagi Praktik Baik

Saya, sebagai Sahabat Teknologi Sumsel 2024, berkesempatan untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) menggunakan Articulate Storyline 3. Kali ini, saya mengangkat tema tentang tokoh ulama Indonesia yang mendunia, yaitu Syekh Abdur Rauf Al-Singkili. MPI yang saya buat ini diberi judul "MAMAMIYA" yang merupakan singkatan dari "Mari Mengenal Ulama Indonesia Yang Mendunia". Tujuannya adalah untuk mengenalkan sosok ulama besar ini kepada peserta didik dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Dalam pembelajaran di kelas, saya menggunakan Model Game Based Learning dalam menggunakan Media Pembelajaran Interaktif "MAMAMIYA" ini. Umpan balik positif dari peserta didik setelah kegiatan pembelajaran merupakan hasil nyata dari pemanfaataan teknologi untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Saya sertakan barcode MPI yang sudah saya buat, Bapak/Ibu bisa menscan barcode berikut dengan memakai google lens atau dari kamera bapak/ibu langsung jika HP mendukung scan secara otomatis.

Barcode Media Pembelajaran Interaktif "MAMAMIYA"

Ibu Meiroza, Sahabat Teknologi Jambi 2024, juga nggak kalah keren! Beliau berbagi praktik baiknya dalam mengembangkan MPI menggunakan Canva untuk pembelajaran bahasa Inggris dengan model learning station. Wah, keren banget ya!

Ibu Mairoza Sahabat Teknologi Jambi 2024

Sesi Seru dan Menarik

Selama acara, banyak banget pertanyaan dan diskusi yang seru. Saya senang sekali bisa berinteraksi langsung dengan para peserta. Terutama saat sesi tanya jawab, banyak sekali pertanyaan menarik yang diajukan. Ibu Linda dan Ibu Desi Futriana, dua orang peserta yang beruntung, mendapatkan doorprize atas pertanyaan-pertanyaan yang sangat bagus.

Slide pengetahuan icon tools online

Selain itu, saya juga mengadakan kuis kecil untuk menebak nama icon tools di Articulate Storyline 3. Ibu Yuyun berhasil menjawab dengan tepat dan berhak mendapatkan doorprize. Ibu Meiroza juga tidak kalah seru, beliau mengadakan kuis melalui Quizizz yang membuat suasana semakin meriah.

Tebak seru dengan Quizizz oleh Ibu Mairoza

Harapan ke Depan

Kesuksesan acara "Ngoling Special Edition" dalam rangkaian Praktik Baik bertajuk Batik Durian #3 ini semakin memotivasi saya untuk terus berkarya dan berinovasi dalam dunia pendidikan. Semoga ke depannya, semakin banyak guru yang tertarik untuk mengembangkan MPI dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Terima kasih kepada:

  • IGI Kota Lubuklinggau
  • Sahabat Teknologi Jambi Ibu Mairoza
  • Kak Andi Subhan sebagai Moderator
  • Bapak Eko Setiadi sebagai Ketua IGI Kota Lubuklinggau
  • Seluruh peserta yang telah berpartisipasi

Mari kita terus belajar, berbagi, dan berinovasi untuk pendidikan yang lebih baik!

Daftar Hadir Webinar "Ngoling Special Edition" by IGI Kota Lubuklinggau

Rekaman Sesi Webinar "Ngoling Special Edition" by IGI Kota Lubuklinggau


Yuk, mulai sekarang coba buat MPI sendiri! Bagi pengalamanmu di kolom komentar ya. Jangan lupa share blog ini ke rekan guru lainnya.

#BLPTKemendikbudristek #MerdekaBelajar #PembaTIK2024 #SahabatTeknologiKemendikbudristek #PlatformMerdekaMengajar



RANGKUMAN KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1


Pengalaman mengajar telah mengajarkan saya banyak hal, salah satunya adalah pentingnya mengambil keputusan yang tepat. Setiap hari, saya dihadapkan pada berbagai situasi yang menuntut saya untuk memilih. Mulai dari pemilihan metode pembelajaran yang efektif hingga penanganan konflik di antara siswa. Namun, bagaimana caranya agar keputusan yang kita ambil tidak hanya berdasarkan logika, tetapi juga didorong oleh nilai-nilai luhur yang kita anut?


Kalimat bijak dari Bob Talbert ini begitu relevan dengan perjalanan saya sebagai calon guru penggerak. Dalam modul 3.1, saya belajar bahwa seorang pemimpin pembelajaran tidak hanya sekadar mengajarkan materi akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur. Sama seperti mengajarkan anak menghitung, kita perlu membekali peserta didik dengan keterampilan kognitif. Namun, yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk karakter mereka dan menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan. Ketika kita, sebagai pemimpin pembelajaran, membuat keputusan yang berlandaskan nilai-nilai tersebut, kita tidak hanya mempengaruhi peserta didik secara individual, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang positif dan berdampak luas pada komunitas. Dengan kata lain, kutipan ini mengajak kita untuk melihat pembelajaran sebagai proses holistik yang tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat.

Menjadi Pemimpin yang Berintegritas: Refleksi dari Modul 3.1

Sebagai seorang calon guru penggerak, perjalanan pembelajaran dalam modul 3.1 ini telah membuka mata saya akan pentingnya pengambilan keputusan yang berakar pada nilai-nilai luhur. Berikut adalah beberapa pemahaman mendalam yang saya dapatkan:

  • Kaitan Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pengambilan Keputusan. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka mengajarkan kita untuk menempatkan murid sebagai pusat pembelajaran. Sebagai pemimpin, pengambilan keputusan harus selalu berorientasi pada kepentingan dan perkembangan murid.
  • Pengaruh Nilai-nilai Pribadi. Nilai-nilai yang kita anut membentuk lensa kacamata kita dalam memandang dunia. Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam menyusun prinsip-prinsip pengambilan keputusan.
  • Peran Coaching dalam Pengambilan Keputusan. Coaching membantu kita merefleksikan keputusan yang telah diambil, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, dan menemukan solusi yang lebih baik.
  • Pentingnya Kecerdasan Emosional. Kemampuan mengelola emosi sangat penting dalam menghadapi dilema etika. Dengan memahami emosi diri dan orang lain, kita dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana.
  • Nilai-nilai dalam Studi Kasus. Studi kasus moral membantu kita menguji sejauh mana kita mengimplementasikan nilai-nilai yang kita anut dalam situasi nyata.
  • Dampak Pengambilan Keputusan terhadap Lingkungan. Pengambilan keputusan yang tepat menciptakan lingkungan belajar yang positif, aman, dan kondusif bagi semua pihak.
  • Tantangan di Lingkungan. Perubahan paradigma di lingkungan seringkali memunculkan dilema etika baru. Kita perlu adaptif dan terus belajar untuk menghadapi tantangan tersebut.
  • Pengaruh terhadap Pembelajaran Merdeka. Pengambilan keputusan yang tepat memungkinkan kita untuk mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing murid.
  • Dampak terhadap Masa Depan Murid. Keputusan kita sebagai pemimpin pembelajaran dapat membentuk masa depan murid, baik dari segi akademik maupun karakter.
  • Modul ini mengajarkan bahwa pengambilan keputusan bukan hanya sekadar memilih opsi terbaik, tetapi juga melibatkan proses refleksi, analisis, dan pertimbangan nilai-nilai.

Pemahaman Konsep

Saya memahami bahwa dilema etika adalah situasi sulit di mana semua pilihan memiliki konsekuensi moral. 4 paradigma pengambilan keputusan memberikan kerangka berpikir yang berguna dalam menghadapi dilema. 3 prinsip pengambilan keputusan (etika, keberlanjutan, dan keadilan) menjadi dasar dalam membuat keputusan yang baik. 9 langkah pengambilan keputusan memberikan panduan yang sistematis.

Pengalaman Sebelumnya

Sebelum mempelajari modul ini, saya seringkali mengambil keputusan berdasarkan intuisi atau tekanan sosial. Modul ini mengajarkan saya untuk lebih sistematis dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Dampak Pembelajaran

Modul ini telah mengubah cara pandang saya tentang kepemimpinan. Saya menjadi lebih sadar akan pentingnya nilai-nilai dalam setiap keputusan yang saya ambil.

Pentingnya Modul

Modul ini sangat penting karena memberikan bekal yang kuat bagi saya sebagai pemimpin pembelajaran. Pengambilan keputusan yang baik adalah kunci keberhasilan dalam mendidik murid.

Kesimpulan

Modul ini telah memberikan saya pemahaman yang komprehensif tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan. Saya menyadari bahwa setiap keputusan yang saya ambil memiliki dampak yang luas, tidak hanya pada diri saya sendiri, tetapi juga pada orang-orang di sekitar saya. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang telah dipelajari, saya yakin dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang lebih efektif dan inspiratif.

Untuk memperdalam pemahaman, saya akan terus berlatih menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam situasi nyata. Selain itu, saya juga akan mencari referensi tambahan untuk memperkaya wawasan saya tentang pengambilan keputusan etis.

Dalam perjalanan menjadi seorang pemimpin pembelajaran, pengambilan keputusan bukan hanya sekadar memilih opsi terbaik, tetapi juga sebuah proses pembelajaran yang berkelanjutan. Setiap keputusan yang kita ambil adalah sebuah investasi untuk masa depan, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi mereka yang kita bimbing.

Mari terus belajar dan mengembangkan diri agar kita dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang bijaksana dan inspiratif. Bagikan pengalaman Anda dalam kolom komentar di bawah ini. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.


#pendidikangurupenggerak #pengambilankeputusan #modul3 #pgp #koneksiantarmateri




BATIK DURIAN #1 Menggali Potensi TIK untuk Pembelajaran yang Lebih Seru! di MTs Al-Huda Mardiharjo

>

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam dan Bahagia Sahabat pendidik yang inspiratif!

Senang sekali bisa berbagi pengalaman seru dalam program berbagi inovasi pembelajaran dalam pemanfaatan TIK. Kegiatan yang saya beri tajuk "BATIK DURIAN"-Berrbagi Pemanfaatan TIK : Mendorong Guru kreatif, Inovatif Dalam Pembelajaran" ini adalah salah satu rencana aksi saya yang pertama dalam tugas berbagi sebagai Sahabat Teknologi SumSel 2024 dalam program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK). Kegiatan ini benar-benar menjadi wadah yang luar biasa untuk saling belajar dan berkolaborasi dalam pemanfaatan TIK bagi guru-guru untuk mendukung pembelajaran yang kreatif, inovatif.

Berkolaborasi Menuju Pembelajaran Inovatif

Pada kesempatan kali ini, saya bersama sahabat teknologi saya, Ibu Yulia Mirda Ningsih, S.TP., berkesempatan berbagi praktik baik di MTs Al-Huda Mardiharjo. Acara yang dibuka langsung oleh Bapak Kepala Madrasah, Bapak Ibnu Syahidin, S.Pd., ini berlangsung dengan lancar dan penuh semangat.

Bapak Ibnu dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru MTs Al-Huda, terutama bagi mereka yang masih belum terbiasa menggunakan TIK dalam pembelajaran sehari-hari. "Saya sangat mengapresiasi inisiatif Ibu Ika dan Ibu Yulia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ini adalah langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah kita," ujar Bapak Ibnu.

Kami berdua sebagai narasumber sepakat bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran adalah kunci untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif. Untuk itu, kami berbagi dalam mengenalkan dan menjelaskan beberapa tools yang sangat bermanfaat. 

Sesi 1 Pemaparan Gemini dan Wordwall (Ika Lathifah, M.Pd)

Pada sesi ini, saya memaparkan pengenalan, manfaat dari gemini dan wordwall untuk mendukung pembelajaran kreatif dan inovatif.
  • Gemini AI: Sebuah kecerdasan buatan yang dapat membantu guru dalam menciptakan berbagai materi pembelajaran, seperti modul ajar, soal-soal latihan, hingga umpan balik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Dengan Gemini, proses pembuatan materi pembelajaran menjadi lebih efisien dan kreatif.
  • Wordwall: Platform online berbasis game yang sangat interaktif. Soal-soal yang sudah kita buat dengan Gemini, bisa langsung kita masukkan ke dalam Wordwall untuk membuat berbagai macam permainan edukatif. Hal ini tentu akan membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar.
Selain berbagi teori, saya juga memberikan kesempatan kepada para guru untuk langsung mempraktikkan penggunaan Gemini dan Wordwall. Dengan bimbingan dari saya, mereka antusias mencoba membuat untuk membuat soal dengan gemini dan menerapkan untuk membuat kuis di wordwall agar pembelajaran menjadi kreatif dan interaktif. Suasana kegiatan sangat antusias dari para Guru MTs dalam mencoba menggunakan Gemini dan Wordwall. Mereka saling berbagi ide dan memberikan masukan satu sama lain. Hal ini menunjukkan semangat kolaborasi yang tinggi di antara para guru.

Tahukah Bapak/Ibu, Wordwall itu sangat fleksibel! Meski Bapak/Ibu tidak punya infocus, kita tetap bisa membuat pembelajaran jadi seru. Bayangkan, Bapak/Ibu bisa mengajak peserta didik bergantian maju ke depan untuk mengerjakan kuis di laptop. Mereka akan berlomba menjawab soal sambil teman-temannya memberi semangat. Selain itu, Wordwall juga bisa diakses melalui HP, jadi peserta didik yang tidak kebagian giliran bisa tetap ikut berpartisipasi, jika di Madrasah/sekolah bapak/ibu mengjinkan peserta didik membawa HP di kondisi tertentu. Dijamin, kelas Bapak/Ibu akan jadi lebih hidup dan interaktif!"


Sesi 2 Pemaparan Strategi Walking Gallery dan Google Site  (Yulia Mirda Ningsih, S.TP)

Pada sesi kedua, giliran Ibu Yulia Mirda Ningsih, S.TP., yang berbagi untuk lebih mendalami dunia pembelajaran yang interaktif. Beliau berbagi praktik baik mengenai strategi walking gallery dalam model pembelajaran discovery learning dan pemanfaatan Google Sites sebagai media pembelajaran yang menarik.

Ibu Yulia menjelaskan bahwa walking gallery adalah model pembelajaran yang sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam menemukan dan mengkonstruksi pengetahuan. Dengan walking gallery, peserta didik tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Mereka dapat berdiskusi, bertukar pikiran, dan saling belajar dari teman sebayanya.

Untuk mendukung pelaksanaan walking gallery, Ibu Yulia juga memperkenalkan Google Sites. Platform ini sangat berguna untuk membuat berbagai macam materi pembelajaran yang interaktif, seperti presentasi, kuis, video, dan diskusi forum. Dengan Google Sites, guru dapat dengan mudah mengorganisir materi pembelajaran menjadi sebuah situs web yang menarik dan mudah diakses oleh peserta didik.

Membangun Komunitas Pembelajar yang Inovatif

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menginspirasi para guru di MTs Al-Huda agar berani berinovasi dalam pembelajaran. Kami berdua sebagai narasumber mengajak para guru untuk mulai dari hal yang kecil, yaitu dengan memanfaatkan TIK di kelas masing-masing. Dengan begitu, proses belajar akan menjadi lebih seru dan tidak membosankan bagi peserta didik.

Refleksi dan Langkah Selanjutnya

Setelah pemaparan materi dari kami berdua, Bapak Ibnu mengajak seluruh guru untuk merefleksikan kembali apa yang telah dipelajari. Beliau berharap agar para guru dapat mengimplementasikan ilmu yang baru diperoleh dalam kegiatan pembelajaran di kelas masing-masing. "Saya yakin dengan adanya kegiatan ini, para guru akan lebih termotivasi untuk mencoba hal-hal baru dalam pembelajaran. Mari kita bersama-sama menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif bagi siswa," tambah Bapak Ibnu.

Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan supervisi pembelajaran di masa mendatang. "Saya berharap para guru dapat mempraktikkan pembelajaran yang memanfaatkan TIK, seperti yang telah diperkenalkan oleh kedua narasumber. Misalnya, dengan menggunakan Gemini untuk membuat materi pembelajaran yang menarik dan Wordwall untuk membuat kuis yang interaktif," jelas Bapak Ibnu.

Beberapa guru yang hadir mengaku baru mengenal platform seperti Gemini dan Wordwall. Sebelumnya, mereka lebih sering menggunakan Quizizz dan Canva dalam pembelajaran. Namun, mereka sangat antusias untuk mencoba hal-hal baru dan berharap dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas masing-masing.

Mari Bersama Membangun Generasi Emas!

Sebagai pendidik, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak generasi emas yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan terus belajar dan berinovasi, kita dapat memberikan yang terbaik bagi peserta didik kita.

Daftar Hadir BATIK DURIAN #1


Dokumentasi Rekaman Kegiatan Batik Durian #1



"Yuk, coba buat kuis interaktif pertamamu di Wordwall! Bagi pengalamanmu di kolom komentar ya!"

#BLPTKemendikbudristek 
#MerdekaBelajar 
#PembaTIK2024 
#SahabatTeknologiKemendikbudristek 
#PlatformMerdekaMengajar